Minggu, Mei 08, 2016

BEGAZAK BAND VS PEMODAL ASING


Memang benar, jika Album CD DVD yang sedang diproduksi Ganesha Managemen ini diberi judul Bizsing Kompilasi. Berasal dari bahasa bangka, kata Bizsing adalah berarti berisik, sepertinya Album ini akan membuat nama Bangka Belitung terdengar di seluruh penjuru tanah air. Ciri-ciri kebisingan itu telah mulai terjadi terlihat dari jumlah Upload Foto, Postinf, Video dan Lagu dari Album Bizsing Kompilasi memenuhi dunia cyber. Ketika nama Bangka Belitung masuk kedalam mesin pencari cyber (internet media) maka serta merta Bizsing Kompilasi muncul menjadi pilihan untuk diperhatikan.


Salah satu lagu dalam Bizsing Kompilasi yang berbahasa Inggris bikinan Begazak Band adalah berjudul YOU ARE NOTHING. Lagu ini akan membuat Bangka Belitung pun ramai dibicarakan oleh Dunia, jika diperhatikan pada situs soundcloud.com para pendengar lagu baru ini ternyata berasal dari Amerika Serikat, Italia, Rusia, German dan Malaysia. Pencipta lagu ini menyatakan “lagu ini berbahasa Inggris karena memang agar dunia tahu, sesama musisi di seluruh dunia mulai peduli terhadap kebersamaan, bagaimana perang kepentingan ekonomi antar negara, niat investasi meraih keuntungan sebesar-besarnya telah mengeksploitasi manusia dan berpotensi menimbulkan peperangan dan harus dihentikan.” Jelas Edo,Begazak Band.

Dalam video klipnya, Begazak menceritakan bagaimana pemuda pemuda di Bangka Belitung yang semula berkulit sawo matang kini menjadi hitam dengan urat-urat tangan yang besar , menetap di kamp penambangan yang tidak layak bersama ratusan warga lainnya mencari timah dengan peralatan minim atau inkonvensional. Seorang pemuda yang memahami ketidakadilan atas harga beli timah mereka mencoba meluapkan kemarahannya dengan para pembeli timah yang memililki pengaruh kuat diareal penambangan tersebut. Ketika suara gitar berirama “Ibu Pertiwi” mengkibarkan bendera merah putih membuat Video Klip ini mencirikan Indonesia dalam himpitan kepentingan ekonomi global. 

Menurut Ganesha Managemen, Begazak Band adalah penggiat seni kritis di Bangka Belitung, mereka muncul dalam tema-tema sosial. “Begazak Band, kami ikutsertakan di Album Bizsing Kompilasi karena kami yakin lagu You Are Nothing ini akan menjadi daya dukung bagi 11 Lagu Bizsing Kompilasi lainnya, khususnya untuk pasar Luar Negeri, kalau orang Amerika mau beli lagu ini silahkan beli Album Bizsing Kompilasi selain lagu You Are Nothing ada 11 Lagu lainnya yang tidak kalah asyiknya.” Ungkap Elvin Mustika, Producer Bizsing Kompilasi.

Jumat, April 03, 2015

INTERNET Access The JUSTICE of BROADCASTING #satumulai #androidone

Ketika Penyiaran Televisi tersentralisasi dan 
isi siaran pun dimonopoli berdasarkan selera tertentu..
Kenakeragaman Negeriku, Terancam Punah..
Negaraku menjadi semakin Kecil..

How Can We Exist??
a voice from tin island

Pulau Bangka Belitung sebagai
RAKSASA TIMAH DUNIA..
Pun tak banyak dikenal..

Padahal dipulau inipun
Banyak MUSISI-Presenter
PEBAKAT BROADCASTING

HOW CAN I Exist?
(THEY SAID)

But WE HAVE TO MOVE ON
and MORE Creatively..

Because, Internet is a way to access
the justice of Broadcasting
(karena Internet adalah jalan keadilan penyiaran)




Kita dapat membangun Website/Blog Sendiri..

www.studiomusicganesha.com
studiomusicganesha.blogspot.com 

Kita dapat berkomunikasi membangun Jaringan Fans..
Melalui Facebook, Twitter, Google Plus, Instagram, Youtube..
Bahkan Musisi Lokal dapat hadir dalam berbagai tema
KEMANUSIAAN di INTERNASIONAL

(karena Internet adalah jalan keadilan penyiaran)
Because, Internet is a way to access
the justice of Broadcasting
(karena Internet adalah jalan keadilan penyiaran)


#SATUMULAI #ANDROIDONE

Rabu, Februari 04, 2015

Penyiaran bagi Musisi Lokal

Aditia
Pemilihan Anggota KPID Bangka Belitung periode 2014-2017 mendapatkan perhatian khusus dari kalangan musisi di bangka belitung yang menamakan dirinya dalam sebuah Komunitas Musisi Cerdas Bangka Belitung. Seperti diketahui hampir 1 (Satu ) Tahun komunitas yang dipelopori oleh Ganesha Managemen ini menggelar rangkaian diskusi tentang Demokratisasi Penyiaran dan peluangnya bagi pengembangan Ekonomi Kreatif Pemuda Pasca Pertimahan  mulai dari Pangkalpinang, Muntok, Sungailiat, Koba, hingga belinyu.

Bukan hanya di dunia nyata, dapat disebut kelompok ini satu-satunya yang berasal dari bangka belitung dimana paling aktif dan kritis menyuarakan keadilan penyiaran bagi kemajuan di Bangka Belitung melalui aktivitasnya di Google, Youtube, Facebook, Twiter dan lainnya. Adith Dblessed Band menyatakan bahwa gerakan musisi bangka belitung ini memiliki harapan yang kuat terhadap figur dan kemampuan calon anggota KPID Bangka Belitung periode 2014-2017 yang akan datang dalam memastikan kepastian bangkitnya peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat seni di bangka beltiung.


“Sudah lama, aturan dan hukum tentang penyiaran mewajibkan adanya acara-acara berkonten lokal dan diisi oleh orang lokal sehingga kemajuan dibidang broadcasting pun bisa merata di daerah. Tapi baru tahun 2014 ini mulai terwujud itupun jam tayang acaranya terkesan setengah hati –subuh hari. Maka kalau KPID BABEL nantinya diisi oleh orang yang tidak paham dan tidak amanah, maka bisa dipastikan akan kandas puluhan tahun lagi. “ Jelas Adith Dblessed.

Jumat, Agustus 01, 2014

Menanti Menkominfo Kabinet Jokowi

Demokratisasi Sistem Penyiaran dan Keadilan
Pemanfaatan Frekuensi Lokal 
Bagi Masyarakat Lokal di Indonesia.

Kegiatan Penyiaran Televisi Sistem Siaran Jaringan sangat berperan dalam membentuk sikap dan opini Publik. Namun hingga saat ini Pemerintah RI tidak mampu menegakkan aturan main bahwa pemanfaatan frekuensi di daerah dalam Sistem Penyiaran Berjaringan mewajibkan adanya jatah 10-20% jam siaran TV-TV tersebut harus mengadakan siaran Lokal dengan acara TV yang merupakan program lokal dan diproduksi oleh Masyarakat Lokal dalam hal ini yang dimaksud oleh Kelompok Musisi di Bangka Belitung adalah Acara Berkonten Musik Lokal dan Band-Band Lokal.

Saat ini pemilik stasiun TV telah menjadi kekuatan media publikasi CAPRES 2014, oleh sebab itu kami sangat berkepentingan untuk mengetahui bagaimana jarak pandang #jokowi terhadap seni pertunjukan melalui penyiaran adalah juru kunci kebangkitan ekonomi kreatif didaerah.

TV Swasta Sistim Siaran Berjaringan (SSJ) diwajibkan untuk mengadakan Siaran Lokal dan Program Lokal disetiap daerah yang diberikan izin menggunakan frekuensi publik di daerah tersebut. Sekalipun hal ini adalah ranah KPI akan tetapi kebijakan dan arahan akan selalu terkordinasi dengan Kemenkominfo, apalagi dalam hal pencabutan IPP.

Gerakan Musisi Cerdas Bangka Belitung
Pangkalpinang, 29 Mei 2014
Elvin Mustika
Kordinator Forum

Minggu, Juli 27, 2014

Siapa Menkominfo Kabinet Jokowi

Kemarin sambil berbuka puasa bersama di Halaman Parkir Ganesha Music Studiodiadakan diskusi bertajuk "Penyiaran dalam Genggaman Kapitalisme dan Globalisasi". Judul ini dipilih oleh moderator saat itu Bg JeGe ( #JohnGanesha ), kapitalisme yang dimaksudnya adalah sebuah sistem pemanfaatan frekuensi publik yang menarik keuntungan sebesar-besarnya terkumpul (Akumulasi) kepada perseorangan/kelompok tertentu dalam hal ini penyelenggaraan penyiaran di daerah. Hadir dalam diskusi ini Narasumber DIsbudpar Pemprop Babel yang secara resmi diutus oleh Kepala Dinas Ahmad Rizal untuk menghadiri dan mendengar aspirasi yang berkembang dari para peserta yakni musisi, band lokal, penata rias, sanggar seni di bangka belitung.


Sebut saja misalnya TVRI, lembaga penyiaran ini ada diseluruh Propinsi di Nusantara, mereka dapat menjadi TV Nasional karena telah mendirikan kantor dan studio dan merekruit karyawan (Lapangan Perkerjaan) berasal dari daerah setempat. Sebab itulah yang diamanahkan dalam UU Penyiaran bahwa kegiatan penyiaran wajib memberikan keuntungan/manfaat langsung bagi daerah setempat. Sangat berbeda dengan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang siaran menjangkau banyak propinsi (Nasional) tetapi hanya mendirikan Pemancar Relay didaerah setempat tanpa memberikan keuntungan secara langsung bagi daerah tersebut. "Biasanya LPS hanya menggaji seorang kontributor dan maintenance saja, itu pun banyak kejadian dimana 1 orang menjadi kontributor bagi lebih dari 1 LPS. Keuntungan dari pemanfaatan frekuensi publik sekian tahun diakumulasi menjadi keuntungan sepihak" demikian Pirwan,SKm membongkarnya.

Wajar saja TV Lokal dan TVRI selalu kalah Popularitas dan Kualitas Isi Acaranya dengan TV Swasta berjaringan secara nasional selama ini. sebab para LPS tidak perlu membuka lapangan kerja, kantor apalagi memproduksi acara #programlokal seperti yang dimaksud dalam Aturan Hukum Penyiaran. "Saya membayangkan jika Hukum Penyiaran ini ditegakkan di daerah maka setiap 1 TV Swasta itu akan membuka lowongan 1 orangGeneral Manager direkruit, 2 Staff Manager, Akunting, Marketing mungkin 3 presenter, sejumlah orang kameramen, OfficeBoy, Supir, dll setidaknya 20 posisi lapangan pekerjaan, kalau ada 8 TV maka sudah 160 orang babel bisa bekerja." hitung-hitungan Ahmad Albuni,SH dari PDKP Bangka Belitung.


Diakhir diskusi, diadakan ceramah Ramadhan kemudian menyantap hidangan berbuka puasa bersama, sembahyang bersama, dan acara diskusi santai dilanjutkan sambil ber Akustikan oleh #Reinkarnazi #Nadiband #DblessedBand #WaterBand #Dbellowz #Sintia #AlumniStikes #Benny dan lainnya. Sebagai penutup Bg JeGe minta para peserta mengikuti secara rutin perkembangan pemilihan anggota KPID Bangka Belitung yang akan segera diadakan di bulan Agustus 2014. Kesimpulan dari Diskusi ini adalah meminta Ganesha Managemenmeloby Gubernur Bangka Belitung untuk berkenan tidak menunda lagi mengundang TV TV Swasta Nasional datang ke Bangka Belitung untuk membahas aspirasi masyarakat Bangka Belitung.

GANESHA DAN NARASUMBER DARI DISBUDPAR PEMPROP BABEL

Sabtu, Juli 12, 2014

Memilih Anggota KPID Bangka Belitung 2014

Sekian lama sejak UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 disahkan dan kemudian diratifikasi kedalam berbagai peraturan pemerintah diantaranya PP No. 50 Tahun 2005 tentang penyiaran lembaga swasta dan pedoman perilaku penyiaran yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia, masih saja kegiatan penyiaran di Indonesia tidak mencerminkan semangat Keadilan dan Merata yang menjadi tujuan dari kegiatan penyiaran. Bagi Musisi Bangka Belitung, penyiaran televisi khususnya adalah ladang yang sangat penting bagi kehidupan profesinya sebagai musisi atau modeling atau minat lainnya dibidang pertelevisian.

Oleh sebab itu pemanfaatan frekuensi yang bertebaran di udara bangka belitung oleh para lembaga penyiaran sangat penting diatur oleh pemerintah dan pemda agar dapat memberikan manfaat bagi daerah setempat. Dalam hal ini menurut John Ganesha Juru Bicara Musisi Cerdas Bangka Belitung adalah salah satunya adanya kewajiban Lembaga Penyiaran mempersiapkan sejumlah Jam Siaran yang berkonten Lokal dan disiarkan secara lokal.

“Maka dari itu, untuk memastikan tidak ditunda laginya pelaksanaan kewajiban siaran lokal tv swasta berjaringan di Babel, dimulai dari menentukan anggota Parlemen di Daerah hingga menentukan Anggota KPI-D Bangka Belitung periode 2014 ini adalah 2 agenda politik musisi babel yang telah disusun” ditambahkan John Ganesha bahwa “Memilih saat ini adalah kewajiban atas konsekuensi kecerdasan dan keyakinan kita bahwa Indonesia akan lebih Merata dan berkeadilan jika Frekuensi Publik ini tidak dimonopoli dijakarta, oleh sebab itu Wakil Rakyat dan KPID harus dipilih yang memahami hal ini dan memperjuangkan hal ini dalam sistem pemerintahan.”.


Bagi, ganesha sudah tidak dapat ditolerir secara waktu lagi jika TV-TV swasta berjaringan yang hingga 3 kali pemilu belum juga menyediakan siaran lokalnya di bangka belitung. “JIka Penyiaran Swasta yang kantornya hanya di Jakarta mau pakai - pakai frekuensi di yang bertebaran di udara di babel ini, maka wajib majukan daerah ini, kalau tidak ya kasi izinnya di lingkup jakarta saja” ungkap John ganesha seusai mencoblos di TPS07 kelurahan tamanbunga pangkalpinang.


Melalui Pemilu 2014 ini, musisi babel sudah mengagendakan beberapa langkah yang akan menuntaskan pembiaran berlarut ini. “salah satu corsec perusahaan TV swasta berjaringan nasional marah kepada saya, karena langkah hukum yang akan kami lakukan terkesan sebuah ancaman katanya. Begitulah kalau sudah kelamaan dibelakang meja, jadi lupa reformasi ini dilakukan mahasiswa 98 ini untuk apa. itu tadi langkah hukum, secara politik pun silahkan lihat saja nanti dari gerakan para politisi parlemen dari Babel. Ini sudah tidak bisa ditunggu-tunggu lagi” Ungkap John ganesha.

Selasa, Mei 13, 2014

Lirik adalah Ekspresi Sang Diva

Menjadi #vocalis perempuan dari salah satu band rock tak dipungkiri oleh Dina adalah berkat perjuangan RA. #Kartini dalam membuka persamaan hak perempuan dapat menentukan pilihan minat dan bakatnya bagi kehidupannya . Dina Aulia Ma’is adalah vocalis dari goroup CHICHAK #band yang mempopulerkan lagu Jangan Lagi yang pada bulan 2014 dikemas untuk lagu pemilu 2014 dan menjadi juara 3 kategori pelajar/mahasiswa pada lomba cipta jingle lagu lomba gebyar #demokrasi #BAWASLU Bangka Belitung.

Dina yang slalu tampil dengan ciri khasnya yakni topi dan jubah panjang mengilhami musik rock sebagai sebuah keberanian seorang perempuan, sebab dunia rock yang lebih banyak di minati oleh kalangan laki-laki ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi Dina. ” Personil Chichak ada 5 orang, 3 laki-laki 2 perempuan”. Aku dan Gita(bassis Chichak Band) kalu sudah dipanggung tidak suka manja manja pokoknya kalau tampil dipanggung dengan suara maksimal, bergerak bersama hentakan #musik dan memberi #hiburan kepada penonton. Pokoknya energi Kartini menyatu deh dalam music rock itu.” Ungkap Dina.

Di tambahkan Dina bahwa tanpa perjuangan RA.Kartini para wanita di Indonesia tidak akan pernah bisa menampilkan kemampuan dan ketrampilannya, termasuk membentuk grup band.” Bayangkan kalau gak ada Kartini mungkin wanita Indonesia tidak boleh latian Band, tampil diatas panggung bahkan menuliskan aspirasinya dalam sebuah syair lagu yang menyuarakan kemiskinan, cinta. Kayaknya mengerikan sekali, terimakasih Kartini jaya musik Bangka Belitung,." demikian ungkap dina seusai rapat produksi acara tv di #Ganesha managemen.

Sabtu, Januari 11, 2014

Video Band (Live Performance)

BAND LIVE PERFORMACE
Guidline / Panduan

Penjelasan :
Penampilan live band untuk 1 lagu yang direkam secara live baik audio maupun video proses produksi adalah 1 jam (60 Menit). Oleh sebab itu setiap band harus memastikan persiapan 1 (satu) lagu yang akan dibawakan sudah sangat matang ( Beberapa jenis ketidaksiapan band : Alur (bait 1 sd akhir lagu) lagu belum disepakati dengan jelas oleh band, Melodi masih sering salah, drum sering lupa pukulannya, vocal lupa syair.).

Manfaat :
Apakah manfaat Paket Live Performace ini buat band kamu, selain dari niat band ingin eksis:
-          Biasanya beberapa Pembuat event musik misalnya Rokok, Acara Milad Perusahaan, Bank, BUMN, Bahkan pesta ultah / kawin minta profile band kamu saat penampilan live, bukan minta lagu kamu yang sudah diedit, mereka ingin lihat apakah band kamu itu bisa tampil keren untuk live.
-          Pengalaman kami, ada saja band yang membuat video seperti ini sambil mengucapkan selamat ultah buat pacarnya, gurunya semacam video kenag-kenangan saja tujuannya.
-          Disisi lain Video Band seperti ini, akan membantu pemunculan awal sebuah lagu ciptaan baru dari sebuah band indi, semacam “Cover Song” sehingga Fans bersedia menunggu Video Clip dan CD lagunya beredar di Pasar Musik.


Durasi Produksi
  1. Pemesanan : Band mendaftar diri minimal 2 hari sebelum jadual
  2. Persiapan Ganesha : Biasanya Ganesha memerlukan 30 Menit untuk setting sound dan Camera + Lighting;
  3. Produksi 60 Menit : Dengan rincian :
-          Latihan/Pemanasan        :     5 Menit
-          Sessi I                           :    10 Menit          Rec Audio           Vid. Full            Vid. Vocal
-          Sessi II                          :    10 Menit          Rendering Audio (Break)
-          Sessi III                         :    15 Menit          Vid. Vocal            Vid Drum         Vid. Gitar
-          Sessi IV                         :    15 Menit          Vid. Bass              Vid. Gtr             Vid Dll
-          Selesai
-          Foto Band                     :     Tidak dihitung Durasi ( 5 Foto )
-     Pasca Produksi : Editting Maksimal 2 Hari;
-     Serah terima Barang berupa Data yang disimpan dalam bentuk CD.

Biaya Produksi : (Per Tahun 2015, berubah)
Rp. 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), dengan sistem pembayaran dimuka saat pendaftaran Rp. 600.000,- dan sisa dibayarkan Rp. 150.000,- setelah penyerahan DVD Hasil Produksi.
Kelebihan waktu diatas 60 menit yang disebabkan karena ketidaksiapan/kesalahan Band pada saat produksi akan di charge rp. 100.000,- per kelipatan 15 menit.  

Hasil Produksi
Ganesha menyiapkan Hasil Video dalam bentuk :
  • File Video dan Audio MPEG (HD 1920x1080 25Fps) ;
  • File Video dan Audio MPEG HD tersebut yang sudah di Convert agak kecil untuk keperluan di putar di Handphone atau upload ke media sosial;
  • File Lagu Berupa WAV dan MP3
  • File Foto Band
  • Ganesha akan mengupload hasil produksi ke Media Maya (Internet) ;
Property
Ganesha menyediakan alat yang sudah ada distudio saat ini, namun band dapat membawa peralatan gitar dan effect sendiri. Hal ini penting sebab beberapa band mungkin ingin tampil berbeda dengan video band lainnya yang mengggunakan alat dari ganesha. 
  1. Alat dari Ganesha : 2 gitar, 1 bass, 1 drum, 1 Vocal, 1 backing vocal. 
  2. Ganesha tidak menyediakan keyboard, 
  3. Disarankan Band membawa sabuk gitar sendiri, stik drum sendiri, jika memungkinkan bawahlah cymbal atau ride cymbal sendiri yang keren untuk di videokan. 
  4. Sangat diharapkan band mempersiapkan Kursi yang keren, meskipun ganesha sebenarnya menyiapkan kursi yang ada saat ini, terasa belum keren. 
  5. Kapasitas ruangan hanya untuk maksimal 7 Orang saja; Sangat diharapkan, Personil Band untuk menggunakan make up agar terlihat keren di video. 

Penutup
Demikianlah, jika kamu berminat maka isilah dulu formulir pendaftaran BLP GANESHA secara lengkap lalu kirimkan ke email studiomusicganesha@gmail.com atau inbox di https://www.facebook.com/GaneshaManagemen , maka kami akan segera menindaklanjuti. CP : 0819.9526.5000 atau 0812.7983.5555 Tujuan program ini kami buat, untuk meningkatkan pemunculan kreatifitas orang muda bangka belitung di dunia maya. Salam Musisi Cerdas.

Admin

Beberapa Contoh Adalah Sbb : 





Sabtu, Juli 27, 2013

WELCOME BRO n SISTER

Lagu Indonesia Tak Boleh Galau ini diciptakan oleh John Ganesha Siahaan (disingkat JGS) pada tahun 2011 pada saat situasi Bangka Belitung sedang mengalami kegamangan dalam menghadapi kebijakan pasca pertimahan yang terkesan tidak siap dijalankan oleh Pemerintah Propinsi Kep. Bangka Belitung termasuk Kementerian ESDM dan BUMN atas nama kebijakan Presiden SBY. Bayangkan saja tiba-tiba ribuan kepala rumah tangga penambang rakyat di bangka belitung mendadak kehilangan keyakinan bahwa Pertimahan mampu menjadi tulang punggung perekonomian keluarganya. Pemicunya bukan saja persoalan lokasi pertimahan yang semakin sulit dicari, juga terjadi penegakan hukum yang massif menghentikan aktifitas penambangan rakyat karena dimaknai pertambangan ilegal. Lagu Indonesia Tidak Boleh Galau menceritakan situasi itu dengan meneteskan sedikit harapan bahwa Bangka Belitung masih punya jalan menuju kemajuannya.

Jumat, Mei 24, 2013

GIRLBAND – REGGAE – ROCK –UNDERGROUND EKSPRESIKAN : UNLIKE POLITIK UANG/BERAS/JANJI


Jika anda pengguna Facebook, maka pilihan Like/Suka dan Unlike/tidak suka selalu ada setiap kali anda mengkirimkan pesan maupun gambar. Maka para musisi Bangka Belitung akan membulatkan tekad memilih Unlike / tidak suka pada praktik politik uang dan beras yang seringkali digunakan menjelang Pemilu untuk merebut hati pemilihnya tentu saja demi kekuasaan. Sesuai dengan rencana pada tanggal 26 Mei 2013 mulai pukul 08.00 WIB di Lapangan Merdeka Alun-Alun Kota Pangkalpinang akan berdiri sebuah Panggung Apresiasi dari para seniman yang diberi judul MONEY POLITICS = Upaya Penghancuran Kecerdasan Bangsa. Silahkan mengunjungi Facebook Ganesha Managemen atau mengklik http://musisicerdas.blogspot.com untuk mengetahui perkembangan kegiatan Aksi simpatik ini.

Elvin Mustika, koordinator aksi melaporkan pada kegiatan ini akan tampil GirlBand Bangka Belitung, Musisi Rock, Reggae, Underground serta Rizski Wulandari dan Bety Kurnia yang terkenal sebagai penggiat Puisi yang sering mewakili Bangka Belitung di panggung Nasional. “selain Girlband, Rizki Bety ada banyak band yang akan hadir : Reggae Jamaican Style, Reinkarnazi, A.F.W postcore, Rapper Pkp, SMA 2 Band, Buma Band, D’Blessed Bangka Tengah, A.B.E Mentok, Seven Last Dream S.liat, D’Coint, Water Band, Despatih Kundi, juga perwakilan Civitas Akademika UBB dan STIE IBEK, KPUD BABEL, BAWASLU BABEL, KPID BABEL serta para guru SMA akan tampil memberikan dialog pencerdasan. Pokoknya ini panggung apresiasi Pemilih Cerdas ingin Hidup dicerdaskan bukan dibodoh-bodohi.” Jelas Elvin Mustika.

Bagi anda yang ingin bergabung dalam aksi damai simpatik - Gerakan Tolak Politik Suap ini sudah dipersilahkan oleh Muh.Choirie SH (Kordinator Tim Pembela Hukum PDKP BABEL) dengan persyaratan membawa pena (alat tulis), bersikap baik tidak anarkis, dan yang terpenting adalah tidak menggunakan atau membawa kepentingan Calon / Parpol tertentu. “kalau Mau ikut, Jangan Lupa bawa Pena karena tiap 1 jam sekali kita akan angkat pena bersama sebagai tanda masyarakat cerdas tolak politik suap. Akan ada pagelaran Patung Manusia, kamu bisa berfoto tetapi tidak boleh dipegang. Dan satu lagi saya tidak main-main akan gunakan pasal pencemaran nama baik terhadap penyelenggara jika anda membawa kepentingan calon/parpol tertentu, hal ini sudah kita kordinasikan kepada pihak POLRI.” Jelas M.Choiri,SH.