Minggu, Juli 27, 2014

PENYIARAN DALAM GENGGAMAN KAPITALISME DAN GLOBALISASI



GANESHA DAN NARASUMBER DARI DISBUDPAR PEMPROP BABEL

Kemarin sambil berbuka puasa bersama di Halaman Parkir Ganesha Music Studiodiadakan diskusi bertajuk "Penyiaran dalam Genggaman Kapitalisme dan Globalisasi". Judul ini dipilih oleh moderator saat itu Bg JeGe ( #JohnGanesha ), kapitalisme yang dimaksudnya adalah sebuah sistem pemanfaatan frekuensi publik yang menarik keuntungan sebesar-besarnya terkumpul (Akumulasi) kepada perseorangan/kelompok tertentu dalam hal ini penyelenggaraan penyiaran di daerah. Hadir dalam diskusi ini Narasumber DIsbudpar Pemprop Babel yang secara resmi diutus oleh Kepala Dinas Ahmad Rizal untuk menghadiri dan mendengar aspirasi yang berkembang dari para peserta yakni musisi, band lokal, penata rias, sanggar seni di bangka belitung.
Diskusi Sambil Berbuka Puasa Bersama
Sebut saja misalnya TVRI, lembaga penyiaran ini ada diseluruh Propinsi di Nusantara, mereka dapat menjadi TV Nasional karena telah mendirikan kantor dan studio dan merekruit karyawan (Lapangan Perkerjaan) berasal dari daerah setempat. Sebab itulah yang diamanahkan dalam UU Penyiaran bahwa kegiatan penyiaran wajib memberikan keuntungan/manfaat langsung bagi daerah setempat. Sangat berbeda dengan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang siaran menjangkau banyak propinsi (Nasional) tetapi hanya mendirikan Pemancar Relay didaerah setempat tanpa memberikan keuntungan secara langsung bagi daerah tersebut. "Biasanya LPS hanya menggaji seorang kontributor dan maintenance saja, itu pun banyak kejadian dimana 1 orang menjadi kontributor bagi lebih dari 1 LPS. Keuntungan dari pemanfaatan frekuensi publik sekian tahun diakumulasi menjadi keuntungan sepihak" demikian Mas Anto membongkarnya. 

Wajar saja TV Lokal dan TVRI selalu kalah Popularitas dan Kualitas Isi Acaranya dengan TV Swasta berjaringan secara nasional selama ini. sebab para LPS tidak perlu membuka lapangan kerja, kantor apalagi memproduksi acara #programlokal seperti yang dimaksud dalam Aturan Hukum Penyiaran. "Saya membayangkan jika Hukum Penyiaran ini ditegakkan di daerah maka setiap 1 TV Swasta itu akan membuka lowongan 1 orangGeneral Manager direkruit, 2 Staff Manager, Akunting, Marketing mungkin 3 presenter, sejumlah orang kameramen, OfficeBoy, Supir, dll setidaknya 20 posisi lapangan pekerjaan, kalau ada 8 TV maka sudah 160 orang babel bisa bekerja." hitung-hitungan Ahmad Albuni,SH dari PDKP Bangka Belitung.
Diakhir diskusi, diadakan ceramah Ramadhan kemudian menyantap hidangan berbuka puasa bersama, sembahyang bersama, dan acara diskusi santai dilanjutkan sambil ber Akustikan oleh#Reinkarnazi#Nadiband#DblessedBand#WaterBand #Dbellowz#Sintia #AlumniStikes#Benny dan lainnya. Sebagai penutup Bg JeGe minta para peserta mengikuti secara rutin perkembangan pemilihan anggota KPID Bangka Belitung yang akan segera diadakan di bulan Agustus 2014. Kesimpulan dari Diskusi ini adalah meminta Ganesha Managemenmeloby Gubernur Bangka Belitung untuk berkenan tidak menunda lagi mengundang TV TV Swasta Nasional datang ke Bangka Belitung untuk membahas aspirasi masyarakat bangka belitung.


Sabtu, Juli 12, 2014

Memilih Anggota KPID Bangka Belitung 2014

Sekian lama sejak UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 disahkan dan kemudian diratifikasi kedalam berbagai peraturan pemerintah diantaranya PP No. 50 Tahun 2005 tentang penyiaran lembaga swasta dan pedoman perilaku penyiaran yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia, masih saja kegiatan penyiaran di Indonesia tidak mencerminkan semangat Keadilan dan Merata yang menjadi tujuan dari kegiatan penyiaran. Bagi Musisi Bangka Belitung, penyiaran televisi khususnya adalah ladang yang sangat penting bagi kehidupan profesinya sebagai musisi atau modeling atau minat lainnya dibidang pertelevisian.

Oleh sebab itu pemanfaatan frekuensi yang bertebaran di udara bangka belitung oleh para lembaga penyiaran sangat penting diatur oleh pemerintah dan pemda agar dapat memberikan manfaat bagi daerah setempat. Dalam hal ini menurut John Ganesha Juru Bicara Musisi Cerdas Bangka Belitung adalah salah satunya adanya kewajiban Lembaga Penyiaran mempersiapkan sejumlah Jam Siaran yang berkonten Lokal dan disiarkan secara lokal.

“Maka dari itu, untuk memastikan tidak ditunda laginya pelaksanaan kewajiban siaran lokal tv swasta berjaringan di Babel, dimulai dari menentukan anggota Parlemen di Daerah hingga menentukan Anggota KPI-D Bangka Belitung periode 2014 ini adalah 2 agenda politik musisi babel yang telah disusun” ditambahkan John Ganesha bahwa “Memilih saat ini adalah kewajiban atas konsekuensi kecerdasan dan keyakinan kita bahwa Indonesia akan lebih Merata dan berkeadilan jika Frekuensi Publik ini tidak dimonopoli dijakarta, oleh sebab itu Wakil Rakyat dan KPID harus dipilih yang memahami hal ini dan memperjuangkan hal ini dalam sistem pemerintahan.”.


Bagi, ganesha sudah tidak dapat ditolerir secara waktu lagi jika TV-TV swasta berjaringan yang hingga 3 kali pemilu belum juga menyediakan siaran lokalnya di bangka belitung. “JIka Penyiaran Swasta yang kantornya hanya di Jakarta mau pakai - pakai frekuensi di yang bertebaran di udara di babel ini, maka wajib majukan daerah ini, kalau tidak ya kasi izinnya di lingkup jakarta saja” ungkap John ganesha seusai mencoblos di TPS07 kelurahan tamanbunga pangkalpinang.


Melalui Pemilu 2014 ini, musisi babel sudah mengagendakan beberapa langkah yang akan menuntaskan pembiaran berlarut ini. “salah satu corsec perusahaan TV swasta berjaringan nasional marah kepada saya, karena langkah hukum yang akan kami lakukan terkesan sebuah ancaman katanya. Begitulah kalau sudah kelamaan dibelakang meja, jadi lupa reformasi ini dilakukan mahasiswa 98 ini untuk apa. itu tadi langkah hukum, secara politik pun silahkan lihat saja nanti dari gerakan para politisi parlemen dari Babel. Ini sudah tidak bisa ditunggu-tunggu lagi” Ungkap John ganesha.

Selasa, Mei 13, 2014

Lirik adalah Ekspresi Sang Diva

Menjadi #vocalis perempuan dari salah satu band rock tak dipungkiri oleh Dina adalah berkat perjuangan RA. #Kartini dalam membuka persamaan hak perempuan dapat menentukan pilihan minat dan bakatnya bagi kehidupannya . Dina Aulia Ma’is adalah vocalis dari goroup CHICHAK #band yang mempopulerkan lagu Jangan Lagi yang pada bulan 2014 dikemas untuk lagu pemilu 2014 dan menjadi juara 3 kategori pelajar/mahasiswa pada lomba cipta jingle lagu lomba gebyar #demokrasi #BAWASLU Bangka Belitung.

 Dina vocalis chichak bandDina yang slalu tampil dengan ciri khasnya yakni topi dan jubah panjang mengilhami musik rock sebagai sebuah keberanian seorang perempuan, sebab dunia rock yang lebih banyak di minati oleh kalangan laki-laki ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi Dina. ” Personil Chichak ada 5 orang, 3 laki-laki 2 perempuan”. Aku dan Gita(bassis Chichak Band) kalu sudah dipanggung tidak suka manja manja pokoknya kalau tampil dipanggung dengan suara maksimal, bergerak bersama hentakan #musik dan memberi #hiburan kepada penonton. Pokoknya energi Kartini menyatu deh dalam music rock itu.” Ungkap Dina.

Di tambahkan Dina bahwa tanpa perjuangan RA.Kartini para wanita di Indonesia tidak akan pernah bisa menampilkan kemampuan dan ketrampilannya, termasuk membentuk grup band.” Bayangkan kalau gak ada Kartini mungkin wanita Indonesia tidak boleh latian Band, tampil diatas panggung bahkan menuliskan aspirasinya dalam sebuah syair lagu yang menyuarakan kemiskinan, cinta. Kayaknya mengerikan sekali, terimakasih Kartini jaya musik Bangka Belitung,." demikian ungkap dina seusai rapat produksi acara tv di #Ganesha managemen.

Sabtu, Juli 27, 2013

Materi Latihan Vocal Kelompok For The Best


Materi Latihan Vocal yang Diproduksi oleh GANESHA MANAGEMEN untuk Perkumpulan For The Best yakni kelompok perempuan pecinta seni di Bangka Belitung. Salah satu lagu hits mereka berjudul "Untuk Mama" . Siapa saja remaja putri di bangka belitung yang berminat gabung di FTB dapat menggunakan materi vocal ini untuk berlatih.
BERIKUT INI MATERI LATIH VOCAL DENGAN TEMPO 140.
Lesson 1 Latih Vocal Versi For The Best Girlband by Ganesha Managemen
 Selain bermusik, dance dan bernyanyi For The Best pun akan sangat sering melakukan kegiatan - kegiatan sosial memberikan penghiburan kepada anak-anak korban kekerasan, putus sekolah, anak anak di kamp pertambangan dan lain sebagainya.
BERIKUT INI MATERI LATIH VOCAL DENGAN TEMPO 150.
Lesson 1 Ganesha 150Speed by Ganesha Managemen  

Jumat, Mei 24, 2013

GIRLBAND – REGGAE – ROCK –UNDERGROUND EKSPRESIKAN : UNLIKE POLITIK UANG/BERAS/JANJI


Jika anda pengguna Facebook, maka pilihan Like/Suka dan Unlike/tidak suka selalu ada setiap kali anda mengkirimkan pesan maupun gambar. Maka para musisi Bangka Belitung akan membulatkan tekad memilih Unlike / tidak suka pada praktik politik uang dan beras yang seringkali digunakan menjelang Pemilu untuk merebut hati pemilihnya tentu saja demi kekuasaan. Sesuai dengan rencana pada tanggal 26 Mei 2013 mulai pukul 08.00 WIB di Lapangan Merdeka Alun-Alun Kota Pangkalpinang akan berdiri sebuah Panggung Apresiasi dari para seniman yang diberi judul MONEY POLITICS = Upaya Penghancuran Kecerdasan Bangsa. Silahkan mengunjungi Facebook Ganesha Managemen atau mengklik http://musisicerdas.blogspot.com untuk mengetahui perkembangan kegiatan Aksi simpatik ini.

Elvin Mustika, koordinator aksi melaporkan pada kegiatan ini akan tampil GirlBand Bangka Belitung, Musisi Rock, Reggae, Underground serta Rizski Wulandari dan Bety Kurnia yang terkenal sebagai penggiat Puisi yang sering mewakili Bangka Belitung di panggung Nasional. “selain Girlband, Rizki Bety ada banyak band yang akan hadir : Reggae Jamaican Style, Reinkarnazi, A.F.W postcore, Rapper Pkp, SMA 2 Band, Buma Band, D’Blessed Bangka Tengah, A.B.E Mentok, Seven Last Dream S.liat, D’Coint, Water Band, Despatih Kundi, juga perwakilan Civitas Akademika UBB dan STIE IBEK, KPUD BABEL, BAWASLU BABEL, KPID BABEL serta para guru SMA akan tampil memberikan dialog pencerdasan. Pokoknya ini panggung apresiasi Pemilih Cerdas ingin Hidup dicerdaskan bukan dibodoh-bodohi.” Jelas Elvin Mustika.

Bagi anda yang ingin bergabung dalam aksi damai simpatik - Gerakan Tolak Politik Suap ini sudah dipersilahkan oleh Muh.Choirie SH (Kordinator Tim Pembela Hukum PDKP BABEL) dengan persyaratan membawa pena (alat tulis), bersikap baik tidak anarkis, dan yang terpenting adalah tidak menggunakan atau membawa kepentingan Calon / Parpol tertentu. “kalau Mau ikut, Jangan Lupa bawa Pena karena tiap 1 jam sekali kita akan angkat pena bersama sebagai tanda masyarakat cerdas tolak politik suap. Akan ada pagelaran Patung Manusia, kamu bisa berfoto tetapi tidak boleh dipegang. Dan satu lagi saya tidak main-main akan gunakan pasal pencemaran nama baik terhadap penyelenggara jika anda membawa kepentingan calon/parpol tertentu, hal ini sudah kita kordinasikan kepada pihak POLRI.” Jelas M.Choiri,SH.