Jumat, Agustus 01, 2014

Menanti Menkominfo Kabinet Jokowi

Kami di daerah sedang Mencermati Jarak Pandang #Jokowi soal membangun Ekonomi Kreatif para musisi di daerah melalui pemilihan calon #menkominfo dalam kabinet.
  
Demokratisasi Sistem Penyiaran dan Keadilan Pemanfaatan Frekuensi Lokal Bagi
Masyarakat Lokal di Indonesia.

Kegiatan Penyiaran Televisi Sistem Siaran Jaringan sangat berperan dalam membentuk sikap dan opini Publik. Namun hingga saat ini Pemerintah RI tidak mampu menegakkan aturan main bahwa pemanfaatan frekuensi di daerah dalam Sistem Penyiaran Berjaringan mewajibkan adanya jatah 10-20% jam siaran TV-TV tersebut harus mengadakan siaran Lokal dengan acara TV yang merupakan program lokal dan diproduksi oleh Masyarakat Lokal dalam hal ini yang dimaksud oleh Kelompok Musisi di Bangka Belitung adalah Acara Berkonten Musik Lokal dan Band-Band Lokal.

Saat ini pemilik stasiun TV telah menjadi kekuatan media publikasi CAPRES 2014, oleh sebab itu kami sangat berkepentingan untuk mengetahui bagaimana jarak pandang #jokowi terhadap seni pertunjukan melalui penyiaran adalah juru kunci kebangkitan ekonomi kreatif didaerah. 

TV Swasta Sistim Siaran Berjaringan (SSJ) diwajibkan untuk mengadakan Siaran Lokal dan Program Lokal disetiap daerah yang diberikan izin menggunakan frekuensi publik di daerah tersebut. Sekalipun hal ini adalah ranah KPI akan tetapi kebijakan dan arahan akan selalu terkordinasi dengan Kemenkominfo, apalagi dalam hal pencabutan IPP.

Gerakan Musisi Cerdas Bangka Belitung
Pangkalpinang, 29 Mei 2014
Elvin Mustika
Kordinator Forum

Minggu, Juli 27, 2014

Siapa Menkominfo Kabinet Jokowi



GANESHA DAN NARASUMBER DARI DISBUDPAR PEMPROP BABEL

Kemarin sambil berbuka puasa bersama di Halaman Parkir Ganesha Music Studiodiadakan diskusi bertajuk "Penyiaran dalam Genggaman Kapitalisme dan Globalisasi". Judul ini dipilih oleh moderator saat itu Bg JeGe ( #JohnGanesha ), kapitalisme yang dimaksudnya adalah sebuah sistem pemanfaatan frekuensi publik yang menarik keuntungan sebesar-besarnya terkumpul (Akumulasi) kepada perseorangan/kelompok tertentu dalam hal ini penyelenggaraan penyiaran di daerah. Hadir dalam diskusi ini Narasumber DIsbudpar Pemprop Babel yang secara resmi diutus oleh Kepala Dinas Ahmad Rizal untuk menghadiri dan mendengar aspirasi yang berkembang dari para peserta yakni musisi, band lokal, penata rias, sanggar seni di bangka belitung.
Diskusi Sambil Berbuka Puasa Bersama
Sebut saja misalnya TVRI, lembaga penyiaran ini ada diseluruh Propinsi di Nusantara, mereka dapat menjadi TV Nasional karena telah mendirikan kantor dan studio dan merekruit karyawan (Lapangan Perkerjaan) berasal dari daerah setempat. Sebab itulah yang diamanahkan dalam UU Penyiaran bahwa kegiatan penyiaran wajib memberikan keuntungan/manfaat langsung bagi daerah setempat. Sangat berbeda dengan Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang siaran menjangkau banyak propinsi (Nasional) tetapi hanya mendirikan Pemancar Relay didaerah setempat tanpa memberikan keuntungan secara langsung bagi daerah tersebut. "Biasanya LPS hanya menggaji seorang kontributor dan maintenance saja, itu pun banyak kejadian dimana 1 orang menjadi kontributor bagi lebih dari 1 LPS. Keuntungan dari pemanfaatan frekuensi publik sekian tahun diakumulasi menjadi keuntungan sepihak" demikian Mas Anto membongkarnya. 

Wajar saja TV Lokal dan TVRI selalu kalah Popularitas dan Kualitas Isi Acaranya dengan TV Swasta berjaringan secara nasional selama ini. sebab para LPS tidak perlu membuka lapangan kerja, kantor apalagi memproduksi acara #programlokal seperti yang dimaksud dalam Aturan Hukum Penyiaran. "Saya membayangkan jika Hukum Penyiaran ini ditegakkan di daerah maka setiap 1 TV Swasta itu akan membuka lowongan 1 orangGeneral Manager direkruit, 2 Staff Manager, Akunting, Marketing mungkin 3 presenter, sejumlah orang kameramen, OfficeBoy, Supir, dll setidaknya 20 posisi lapangan pekerjaan, kalau ada 8 TV maka sudah 160 orang babel bisa bekerja." hitung-hitungan Ahmad Albuni,SH dari PDKP Bangka Belitung.
Diakhir diskusi, diadakan ceramah Ramadhan kemudian menyantap hidangan berbuka puasa bersama, sembahyang bersama, dan acara diskusi santai dilanjutkan sambil ber Akustikan oleh#Reinkarnazi#Nadiband#DblessedBand#WaterBand #Dbellowz#Sintia #AlumniStikes#Benny dan lainnya. Sebagai penutup Bg JeGe minta para peserta mengikuti secara rutin perkembangan pemilihan anggota KPID Bangka Belitung yang akan segera diadakan di bulan Agustus 2014. Kesimpulan dari Diskusi ini adalah meminta Ganesha Managemenmeloby Gubernur Bangka Belitung untuk berkenan tidak menunda lagi mengundang TV TV Swasta Nasional datang ke Bangka Belitung untuk membahas aspirasi masyarakat bangka belitung.


Sabtu, Juli 12, 2014

Memilih Anggota KPID Bangka Belitung 2014

Sekian lama sejak UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002 disahkan dan kemudian diratifikasi kedalam berbagai peraturan pemerintah diantaranya PP No. 50 Tahun 2005 tentang penyiaran lembaga swasta dan pedoman perilaku penyiaran yang ditetapkan Komisi Penyiaran Indonesia, masih saja kegiatan penyiaran di Indonesia tidak mencerminkan semangat Keadilan dan Merata yang menjadi tujuan dari kegiatan penyiaran. Bagi Musisi Bangka Belitung, penyiaran televisi khususnya adalah ladang yang sangat penting bagi kehidupan profesinya sebagai musisi atau modeling atau minat lainnya dibidang pertelevisian.

Oleh sebab itu pemanfaatan frekuensi yang bertebaran di udara bangka belitung oleh para lembaga penyiaran sangat penting diatur oleh pemerintah dan pemda agar dapat memberikan manfaat bagi daerah setempat. Dalam hal ini menurut John Ganesha Juru Bicara Musisi Cerdas Bangka Belitung adalah salah satunya adanya kewajiban Lembaga Penyiaran mempersiapkan sejumlah Jam Siaran yang berkonten Lokal dan disiarkan secara lokal.

“Maka dari itu, untuk memastikan tidak ditunda laginya pelaksanaan kewajiban siaran lokal tv swasta berjaringan di Babel, dimulai dari menentukan anggota Parlemen di Daerah hingga menentukan Anggota KPI-D Bangka Belitung periode 2014 ini adalah 2 agenda politik musisi babel yang telah disusun” ditambahkan John Ganesha bahwa “Memilih saat ini adalah kewajiban atas konsekuensi kecerdasan dan keyakinan kita bahwa Indonesia akan lebih Merata dan berkeadilan jika Frekuensi Publik ini tidak dimonopoli dijakarta, oleh sebab itu Wakil Rakyat dan KPID harus dipilih yang memahami hal ini dan memperjuangkan hal ini dalam sistem pemerintahan.”.


Bagi, ganesha sudah tidak dapat ditolerir secara waktu lagi jika TV-TV swasta berjaringan yang hingga 3 kali pemilu belum juga menyediakan siaran lokalnya di bangka belitung. “JIka Penyiaran Swasta yang kantornya hanya di Jakarta mau pakai - pakai frekuensi di yang bertebaran di udara di babel ini, maka wajib majukan daerah ini, kalau tidak ya kasi izinnya di lingkup jakarta saja” ungkap John ganesha seusai mencoblos di TPS07 kelurahan tamanbunga pangkalpinang.


Melalui Pemilu 2014 ini, musisi babel sudah mengagendakan beberapa langkah yang akan menuntaskan pembiaran berlarut ini. “salah satu corsec perusahaan TV swasta berjaringan nasional marah kepada saya, karena langkah hukum yang akan kami lakukan terkesan sebuah ancaman katanya. Begitulah kalau sudah kelamaan dibelakang meja, jadi lupa reformasi ini dilakukan mahasiswa 98 ini untuk apa. itu tadi langkah hukum, secara politik pun silahkan lihat saja nanti dari gerakan para politisi parlemen dari Babel. Ini sudah tidak bisa ditunggu-tunggu lagi” Ungkap John ganesha.

Selasa, Mei 13, 2014

Lirik adalah Ekspresi Sang Diva

Menjadi #vocalis perempuan dari salah satu band rock tak dipungkiri oleh Dina adalah berkat perjuangan RA. #Kartini dalam membuka persamaan hak perempuan dapat menentukan pilihan minat dan bakatnya bagi kehidupannya . Dina Aulia Ma’is adalah vocalis dari goroup CHICHAK #band yang mempopulerkan lagu Jangan Lagi yang pada bulan 2014 dikemas untuk lagu pemilu 2014 dan menjadi juara 3 kategori pelajar/mahasiswa pada lomba cipta jingle lagu lomba gebyar #demokrasi #BAWASLU Bangka Belitung.

 Dina vocalis chichak bandDina yang slalu tampil dengan ciri khasnya yakni topi dan jubah panjang mengilhami musik rock sebagai sebuah keberanian seorang perempuan, sebab dunia rock yang lebih banyak di minati oleh kalangan laki-laki ini justru menjadi tantangan tersendiri bagi Dina. ” Personil Chichak ada 5 orang, 3 laki-laki 2 perempuan”. Aku dan Gita(bassis Chichak Band) kalu sudah dipanggung tidak suka manja manja pokoknya kalau tampil dipanggung dengan suara maksimal, bergerak bersama hentakan #musik dan memberi #hiburan kepada penonton. Pokoknya energi Kartini menyatu deh dalam music rock itu.” Ungkap Dina.

Di tambahkan Dina bahwa tanpa perjuangan RA.Kartini para wanita di Indonesia tidak akan pernah bisa menampilkan kemampuan dan ketrampilannya, termasuk membentuk grup band.” Bayangkan kalau gak ada Kartini mungkin wanita Indonesia tidak boleh latian Band, tampil diatas panggung bahkan menuliskan aspirasinya dalam sebuah syair lagu yang menyuarakan kemiskinan, cinta. Kayaknya mengerikan sekali, terimakasih Kartini jaya musik Bangka Belitung,." demikian ungkap dina seusai rapat produksi acara tv di #Ganesha managemen.

Sabtu, Januari 11, 2014

Video Band (Live Performance)

BAND LIVE PERFORMACE
Guidline / Panduan

Penjelasan :
Penampilan live band untuk 1 lagu yang direkam secara live baik audio maupun video proses produksi adalah 1 jam (60 Menit). Oleh sebab itu setiap band harus memastikan persiapan 1 (satu) lagu yang akan dibawakan sudah sangat matang ( Beberapa jenis ketidaksiapan band : Alur (bait 1 sd akhir lagu) lagu belum disepakati dengan jelas oleh band, Melodi masih sering salah, drum sering lupa pukulannya, vocal lupa syair.).

Manfaat :
Apakah manfaat Paket Live Performace ini buat band kamu, selain dari niat band ingin eksis:
-          Biasanya beberapa Pembuat event musik misalnya Rokok, Acara Milad Perusahaan, Bank, BUMN, Bahkan pesta ultah / kawin minta profile band kamu saat penampilan live, bukan minta lagu kamu yang sudah diedit, mereka ingin lihat apakah band kamu itu bisa tampil keren untuk live.
-          Pengalaman kami, ada saja band yang membuat video seperti ini sambil mengucapkan selamat ultah buat pacarnya, gurunya semacam video kenag-kenangan saja tujuannya.
-          Disisi lain Video Band seperti ini, akan membantu pemunculan awal sebuah lagu ciptaan baru dari sebuah band indi, semacam “Cover Song” sehingga Fans bersedia menunggu Video Clip dan CD lagunya beredar di Pasar Musik.


Durasi Produksi
  1. Pemesanan : Band mendaftar diri minimal 2 hari sebelum jadual
  2. Persiapan Ganesha : Biasanya Ganesha memerlukan 30 Menit untuk setting sound dan Camera + Lighting;
  3. Produksi 60 Menit : Dengan rincian :
-          Latihan/Pemanasan        :     5 Menit
-          Sessi I                           :    10 Menit          Rec Audio           Vid. Full            Vid. Vocal
-          Sessi II                          :    10 Menit          Rendering Audio (Break)
-          Sessi III                         :    15 Menit          Vid. Vocal            Vid Drum         Vid. Gitar
-          Sessi IV                         :    15 Menit          Vid. Bass              Vid. Gtr             Vid Dll
-          Selesai
-          Foto Band                     :     Tidak dihitung Durasi ( 5 Foto )
-     Pasca Produksi : Editting Maksimal 2 Hari;
-     Serah terima Barang berupa Data yang disimpan dalam bentuk CD.

Biaya Produksi : (Per Tahun 2015, berubah)
Rp. 750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), dengan sistem pembayaran dimuka saat pendaftaran Rp. 600.000,- dan sisa dibayarkan Rp. 150.000,- setelah penyerahan DVD Hasil Produksi.
Kelebihan waktu diatas 60 menit yang disebabkan karena ketidaksiapan/kesalahan Band pada saat produksi akan di charge rp. 100.000,- per kelipatan 15 menit.  

Hasil Produksi
Ganesha menyiapkan Hasil Video dalam bentuk :
  • File Video dan Audio MPEG (HD 1920x1080 25Fps) ;
  • File Video dan Audio MPEG HD tersebut yang sudah di Convert agak kecil untuk keperluan di putar di Handphone atau upload ke media sosial;
  • File Lagu Berupa WAV dan MP3
  • File Foto Band
  • Ganesha akan mengupload hasil produksi ke Media Maya (Internet) ;
Property
Ganesha menyediakan alat yang sudah ada distudio saat ini, namun band dapat membawa peralatan gitar dan effect sendiri. Hal ini penting sebab beberapa band mungkin ingin tampil berbeda dengan video band lainnya yang mengggunakan alat dari ganesha. 
  1. Alat dari Ganesha : 2 gitar, 1 bass, 1 drum, 1 Vocal, 1 backing vocal. 
  2. Ganesha tidak menyediakan keyboard, 
  3. Disarankan Band membawa sabuk gitar sendiri, stik drum sendiri, jika memungkinkan bawahlah cymbal atau ride cymbal sendiri yang keren untuk di videokan. 
  4. Sangat diharapkan band mempersiapkan Kursi yang keren, meskipun ganesha sebenarnya menyiapkan kursi yang ada saat ini, terasa belum keren. 
  5. Kapasitas ruangan hanya untuk maksimal 7 Orang saja; Sangat diharapkan, Personil Band untuk menggunakan make up agar terlihat keren di video. 

Penutup
Demikianlah, jika kamu berminat maka isilah dulu formulir pendaftaran BLP GANESHA secara lengkap lalu kirimkan ke email studiomusicganesha@gmail.com atau inbox di https://www.facebook.com/GaneshaManagemen , maka kami akan segera menindaklanjuti. CP : 0819.9526.5000 atau 0812.7983.5555 Tujuan program ini kami buat, untuk meningkatkan pemunculan kreatifitas orang muda bangka belitung di dunia maya. Salam Musisi Cerdas.

Admin

Beberapa Contoh Adalah Sbb :